Showing posts with label IPA. Show all posts

KIMIA Kelas XI SMA : LAPORAN LAJU REAKSI


LAPORAN LAJU REAKSI


A.                PELAKSANAAN PRAKTIKUM
Tujuan Praktikum                   : Agar dapat mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi  laju reaksi.
Hari / Tanggal praktikum       : Senin, 02 November 2015
Tempat praktikum                  : Laboratorium SMA Negeri 1 Mataram


B.                DASAR TEORI
Laju reaksi suatu reaksi dapat dipercepat atau diperlambat bahkan reaksi dapat dihentikan. Untuk dapat mengubah laju reaksi suatu reaksi kimia, Anda perlu mengetahui faktor-faktor apa yang daoat memengaruhi kecepatan suatu reaksi. Faktor-faktor tersebut adalah konsentrasi pereaksi, luas permukaan zat-zat yang ereakso, suhu reaksi, dan katalis.
Jika dalam suatu reaksi, konsentrasi molar salah satu pereaksi diperbesar atau diperkecil, bagaimana pengaruhnya terhadap kecepatan reaksi? Bagaimanakah pengaruh perbedaan luas permukaan bidang sentuh terhadap kecepatan reaksi?


C.                ALAT DAN BAHAN
Alat
           a. Gelas kimia 100 mL sebanyak 3 buah                    f. Stopwatch
           b. Kertas Putih                                                            g. Penggaris, Spidol Hitam
           c. Amplas                                                                    h. Tabung reaksi sebanyak 2 buah
           d. Termometer                                                             i. Bunsen
           e. Kaki segitiga
Bahan
a.      Larutan Na2S2O3   0,1 M                                       d. Larutan HCl  0,1 M
b.      Larutan HCl  0,5 M                                               e. Larutan HCl  1 M
c.       Logam Magnesium




D.               LANGKAH KERJA
A.    Pengaruh Suhu dan Konsentrasi Terhadap Laju Reaksi
1.      Ke dalam gelas kimia 100 mL, masukkan 20 mL larutan Na2S2O3 0,1 M Kemudian letakkan gelas kimia diatas kertas yang telah diberikan tanda silang dengan tinta hitam.
2.      Tambahkan 5 mL larutan HCL 0,1 M kedalam larutan diatas, dan tentukan reaksinya menggunakan stopwatch / alat pengkur waktu dengan melihat dari permukaan gelas kimia, dimulai saat penambahan HCl sampai tanda silang pada alas kertas hilang (tidak terlihat lagi).
3.      Ulangi percobaan diatas dengan mencampurkan :
·         20 mL larutan Na2S2O3 0,1 M dengan 5 mL HCl 0,5 M
·         20 mL larutan Na2S2O3 0,1 M dengan 5 mL HCl 1 M
·         20 mL larutan Na2S2O3 0,1 M yang dipanaskan terlebih dahulu hingga suhunya meningkat 15˚C dari suhu awal dengan % mL HCl 1 M
B.    Pengaruh Luas Permukaan Terhadap Laju Reaksi
1.      Kedalam 2 buah tabung reaksi, masukkan masing – masing 5 mL larutan HCl 1 M.
2.      Amillah 1 keping logam magnesium sepanjang 2 cm. Kemudian amplas keping logam tersebut hingga warnanya mengkilat.
3.      Potong keping logam magnesium tersebut menjadi 2 bagian (masing – masing 1 cm), kepingan pertama dibiarkan utuh, sedangkan kepingan kedua dipotong menjadi beberapa potongan kecil.
4.      Kedalam tabung reaksi pertama, masukkan kepingan tuhu logam Magnesium. Catat waktu yang diperlukan hingga keping Magnesium habis bereaksi.
5.      Kedalam tabung reaksi kedua, masukkan kepingan logam Magnesium yang telash dipotong menjadi beberapa potongan kecil. Catat waktu yang diperlukan hingga keping Magnesium habis bereaksi.
E.                HASIL PENGAMATAN
A.    Pengaruh Konsentrasi Terhadap Laju Reaksi
No.
Pencampuran
Waktu (t) detik
Laju Reaksi (v) = 1/t
1
larutan Na2S2O3 0,1 M + larutan HCl 0,1 M
85 detik
0,011
2
larutan Na2S2O3 0,1 M + larutan HCl 0,5 M
40 detik
0,025
3
larutan Na2S2O3 0,1 M + larutan HCl 1 M
38 detik
0,026
4
larutan Na2S2O3 0,1 Myang dipanaskan + Larutan HCl 1 M
15 detik
0,060



B.     Pengaruh Luas Permukaan Terhadap Laju Reaksi
No
HCl 1 M Magnesium
Waktu (detik)
Laju Reaksi (v) = 1/t
1
Keping utuh
79 detik
0,0126
2
Keping kecil
51 detik
0,019


F.                SOAL DISKUSI
a.      Dari percobaan disimpulkan, semakin besar konsentrasi maka,
1.      Waktu reaksi semakin Cepat
2.      Laju reaksi semakin Besar
b.      Dari percobaan disimpulkan, semakin besar suhu maka,
1.      Waktu reaksi semakin Cepat
2.      Laju reaksi semakin Besar
c.       Selain konsentrasi dan suhu, contoh lain yang mempengaruhi laju reaksi adalah Luas Permukaan
d.      Dengan data percobaan 3 dan 4 tentukan peningkatan laju reaksinya " 0,060 – 0,026 = 0,034
e.      Percobaan B yang memiliki luas permukaan yang lebih besar adalah keping Utuh
Dari percobaan B disimpulkan, semakin besar luas permukaan maka,
1.      Waktu reaksi semakin Lama
2.      Laju reaksi semakin Kecil


Wednesday, 21 March 2018
Posted by Unknown

Dispersi Cahaya

Dispersi cahaya.. Tau dispersi cahaya? Ini pelajaran Ipa SMP kelas 8..
kali ini  Firmansyah akan membahas tentang dispersi cahaya..
Penasaran kan? okelah ini dia :




Dispersi Cahaya Kamu akan melihat suatu benda sesuai dengan warnanya ketika cahaya matahari atau cahaya putih mengenai benda tersebut. Akan tetapi, kamu tidak akan melihat warna sebenarnya jika yang dikenakan padanya adalah cahaya warna lain. Mengapa demikian? Warna benda akan terlihat ketika ada warna cahaya tertentu yang dipantulkan ke mata kamu. Kamu akan melihat orang memakai baju berwarna merah apabila dari baju orang tersebut ada warna merah yang dipantulkan ke mata kamu. Kamu akan melihat daun pisang berwarna hijau jika daun pisang tersebut memantulkan warna hijau ke matamu.
Kamu dapat melihat warna sebuah benda ketika cahaya matahari menerangi suatu benda. Semua warna cahaya, seperti merah, kuning, biru, jingga, atau hijau dapat dibedakan oleh mata kamu ketika matahari meneranginya. Hal ini menunjukkan bahwa cahaya matahari memiliki semua warna cahaya. Cahaya seperti ini disebut cahaya polikromatik. Bagaimana membuktikannya?
Ketika cahaya putih (polikromatik) dilewatkan pada prisma, ternyata sinar biasnya akan terurai menjadi beberapa cahaya yang dikenal dengan warna pelangi. Warna pelangi yang terbentuk membentuk deretan warna kontinu. Kadangkala, kamu tidak dapat membedakan batas satu dengan yang lainnya. Hasil pengamatan menunjukkan ada tujuh warna cahaya yang diuraikan, yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Penguraian warna putih menjadi warna-warna cahaya pembentuknya disebut dispersi cahaya.
Gelombang dan sifat-sifatnya sebagian sudah dikenal pada waktu membahas getaran dan gelombang. Pada bagian ini, kita akan membahas gelombang cahaya. Cahaya merupakan radiasi gelombang elektromagnetik yang dapat dideteksi mata manusia. Cahaya selain memiliki sifat-sifat gelombang secara umum misal dispersi, interferensi, difraksi, dan polarisasi, juga memiliki sifat-sifat gelombang elektromagnetik, yaitu dapat merambat melalui ruang hampa.
Gejala dispersi cahaya adalah gejala peruraian cahaya putih (polikromatik) menjadi cahaya berwarna-warni (monokromatik). Cahaya putih merupakan cahaya polikromatik, artinya cahaya yang terdiri atas banyak warna dan panjang gelombang. Jika cahaya putih diarahkan ke prisma, maka cahaya putih akan terurai menjadi cahaya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Cahaya-cahaya ini memiliki panjang gelombang yang berbeda. Setiap panjang gelombang memiliki indeks bias yang berbeda. Semakin kecil panjang gelombangnya semakin besar indeks biasnya. Disperi pada prisma terjadi karena adanya perbedaan indeks bias kaca setiap warna cahaya.


Dispersi cahaya pada prisma


Seberkas cahaya polikromatik diarahkan ke prisma. Cahaya tersebut kemudian terurai menjadi cahaya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Tiap-tiap cahaya mempunyai sudut deviasi yang berbeda. Selisih antara sudut deviasi untuk cahaya ungu dan merah disebut sudut dispersi. Besar sudut dispersi dapat dituliskan sebagai berikut:
Φ = δ- δ= (nu – nm) β …………………………………2.1
Keterangan:
Φ = sudut dispersi
nu = indeks bias sinar ungu
nm = indeks bias sinar merah
δdeviasi sinar ungu
δm=deviasi sinar merah

Penerapan Dispersi Cahaya

Contoh peristiwa dispersi pada kehidupan sehari-hari adalah pelangi. Pelangi hanya dapat kita lihat apbila kita membelakangi matahari dan hujan terjadi di depan kita. Jika seberkas cahaya matahari mengenai titik-titik air yang besar, maka sinar itu dibiaskan oleh bagian depan permukaan air. Pada saat sinar memasuki titik air, sebagian sinar akan dipantulkan oleh bagian belakang permukaan air, kemudian mengenai permukaan depan, dan akhirnya dibiaskan oleh permukaan depan. Karena dibiaskan, maka sinar ini pun diuraikan menjadi pektrum matahari.Peristiwa inilah yang kita lihat di langit dan disebut pelangi. Bagan terjadinya proses pelangi dapat dilihat pada Gambar.
Proses Terjadi Pelangi


Sudah bisa dimengerti?
kalau sudah bagus :D
Oke sekian Artikel ini dan Terima Kasih.




Wednesday, 12 February 2014
Posted by Unknown

- Copyright © 2013 Firmansyah -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes DjoganRedesign by Firmansyah -